Syair Joyoboyo
:: setelah sekianlama penasaran dengan syair si pangeran joyoboyo, akhirnya ketemu juga di sini, . Jangan diliat siapa itu Jayabaya dan bagaimana pandangan orang, mungkin masih ada hikmah yang bisa kita ambil. dan yang jelas penasaran saya udah hilang. berikut saya copypaste dari sumber tersebut ::
Syair Joyoboyo dalam tiga bahasa…
Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.
Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
One day there will be a cart without a horse.
Tanah Jawa kalungan wesi.
Tanah Jawa berkalung besi.
The island of Java will wear a necklace of iron.
Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.
Perahu berlayar di ruang angkasa.
There will be a boat flying in the sky.
Kali ilang kedhunge.
Sungai kehilangan lubuk.
The river will loose its current.
Pasar ilang kumandhang.
Pasar kehilangan suara.
There will be markets without crowds.
Iku tandha yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.
Itulah pertanda jaman Jayabaya telah mendekat.
These are the signs that the Jayabaya era is coming.
Bumi saya suwe saya mengkeret.
Bumi semakin lama semakin mengerut.
The earth will shrink.
Sekilan bumi dipajeki.
Sejengkal tanah dikenai pajak.
Every inch of land will be taxed.
Jaran doyan mangan sambel.
Kuda suka makan sambal.
Horses will devour chili sauce.
Wong wadon nganggo pakeyan lanang.
Orang perempuan berpakaian lelaki.
Women will dress in men’s clothes.
Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.
Itu pertanda orang akan mengalami jaman berbolak-balik.
These are signs that the people is facing the era of turning upside down.
Akeh janji ora ditetepi.
Banyak janji tidak ditepati.
Many promises unkept.
Akeh wong wani nglanggar sumpahe dhewe.
Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
Many break their oath.
Manungsa padha seneng nyalah.
Orang-orang saling lempar kesalahan.
People will tend to blame on each other.
Ora ngendahake hukum Allah.
Tak peduli akan hukum Allah.
They will ignore God’s law.
Barang jahat diangkat-angkat.
Yang jahat dijunjung-junjung.
Evil things will be lifted up.
Barang suci dibenci.
Yang suci (justru) dibenci.
Holy things will be despised.
Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit.
Banyak orang hanya mementingkan uang.
Many people will become fixated on money.
Lali kamanungsan.
Lupa jati kemanusiaan.
Ignoring humanity.
Lali kabecikan.
Lupa hikmah kebaikan.
Forgetting kindness.
Lali sanak lali kadang.
Lupa sanak lupa saudara.
Abandoning their families.
Akeh bapa lali anak.
Banyak ayah lupa anak.
Fathers will abandon their children.
Akeh anak wani nglawan ibu.
Banyak anak berani melawan ibu.
Children will be disrespectful to their mothers.
Nantang bapa.
Menantang ayah.
And battle against their fathers.
Sedulur padha cidra.
Saudara dan saudara saling khianat.
Siblings will collide violently.
Kulawarga padha curiga.
Keluarga saling curiga.
Family members will be suspicious of each other.
Kanca dadi mungsuh.
Kawan menjadi lawan.
Friends become enemies.
Akeh manungsa lali asale.
Banyak orang lupa asal-usul.
People will forget their roots.
Ukuman Ratu ora adil.
Hukuman Raja tidak adil
The ruler’s judgments will be unjust.
Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.
Banyak pembesar jahat dan ganjil
There will be many peculiar and evil leaders.
Akeh kelakuan sing ganjil.
Banyak ulah-tabiat ganjil
Many will behave strangely.
Wong apik-apik padha kapencil.
Orang yang baik justru tersisih.
Good people will be isolated.
Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin.
Banyak orang kerja halal justru malu.
Many people will be too embarrassed to do the right things.
Luwih utama ngapusi.
Lebih mengutamakan menipu.
Choosing falsehood instead.
Wegah nyambut gawe.
Malas menunaikan kerja.
Many will be lazy to work.
Kepingin urip mewah.
Inginnya hidup mewah.
Seduced by luxury.
Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.
Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
They will take the easy path of crime and deceit.
Wong bener thenger-thenger.
Si benar termangu-mangu.
The honest will be confused.
Wong salah bungah.
Si salah gembira ria.
The dishonest will be joyful.
Wong apik ditampik-tampik.
Si baik ditolak ditampik.
The good will be rejected.
Wong jahat munggah pangkat.
Si jahat naik pangkat.
The evil ones will rise to the top.
Wong agung kasinggung.
Yang mulia dilecehkan
Noble people will be abused.
Wong ala kapuja.
Yang jahat dipuji-puji.
Evil doers will be worshipped.
Wong wadon ilang kawirangane.
Perempuan hilang malu.
Women will become shameless.
Wong lanang ilang kaprawirane.
Laki-laki hilang perwira
Men will loose their courage.
Akeh wong wadon ora setya marang bojone.
Banyak perempuan ingkar pada suami.
Women will be unfaithful to their husbands.
Akeh ibu padha ngedol anake.
Banyak ibu menjual anak.
Mothers will sell their babies.
Akeh wong wadon ngedol awake.
Banyak perempuan menjual diri.
Women will engage in prostitution.
Akeh wong ijol bebojo.
Banyak orang tukar pasangan.
Couples will trade partners.
Wong wadon nunggang jaran.
Perempuan menunggang kuda.
Women will ride horses.
Wong lanang linggih plangki.
Laki-laki naik tandu.
Men will be carried in a stretcher.
Randha seuang loro.
Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
Two divorcees will be valued at 8,5 cents.
Prawan seaga lima.
Lima perawan lima picis.
A virgin will be valued at 10 cents.
Dhudha pincang laku sembilan uang.
Duda pincang laku sembilan uang.
A crippled widower will be valued at nine uang’s
Akeh wong ngedol ngelmu.
Banyak orang berdagang ilmu.
Many will earn their living by trading their knowledge.
Akeh wong ngaku-aku.
Banyak orang mengaku diri.
Many will claims other’s merits as their own.
Njabane putih njerone dhadhu.
Di luar putih di dalam jingga.
White outwardly but orange inwardly
Ngakune suci, nanging sucine palsu.
Mengaku suci, tapi palsu belaka.
They will proclaim their righteousness despite their sinful ways.
Akeh bujuk akeh lojo.
Banyak tipu banyak muslihat.
Many will use sly and dirty tricks.
Akeh udan salah mangsa.
Banyak hujan salah musim.
Rains will fall in the wrong season.
Akeh prawan tuwa.
Banyak perawan tua.
Many women will remain virgins into their old age.
Akeh randha nglairake anak.
Banyak janda melahirkan bayi.
Many divorcees will give birth.
Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.
Banyak anak lahir mencari bapanya.
Newborns will search for their fathers.
Agama akeh sing nantang.
Agama banyak ditentang.
Religions will be attacked.
Prikamanungsan saya ilang.
Perikemanusiaan semakin hilang.
Humanitarianism will no longer have importance.
Omah suci dibenci.
Rumah suci dijauhi.
Holy temples will be hated.
Omah ala saya dipuja.
Rumah maksiat makin dipuja.
They will be more fond of praising evil places.
Wong wadon lacur ing ngendi-endi.
Di mana-mana perempuan lacur
Prostitution will be everywhere.
Akeh laknat.
Banyak kutuk
There will be many worthy of damnation.
Akeh pengkianat.
Banyak pengkhianat.
There will be many betrayals.
Anak mangan bapak.
Anak makan bapak.
Children will be against father.
Sedulur mangan sedulur.
Saudara makan saudara.
Siblings will be against siblings.
Kanca dadi mungsuh.
Kawan menjadi lawan.
Friends will become enemies.
Guru disatru.
Guru dimusuhi.
Guru is treated as an enemy.
Tangga padha curiga.
Tetangga saling curiga.
Neighbours will become suspicious of each other.
Kana-kene saya angkara murka.
Angkara murka semakin menjadi-jadi.
And ruthlessness will be everywhere.
Sing weruh kebubuhan.
Barangsiapa tahu terkena beban.
The eyewitness has to take the responsibility.
Sing ora weruh ketutuh.
Sedang yang tak tahu disalahkan.
The ones who know nothing will be prosecuted.
Besuk yen ana peperangan.
Kelak jika terjadi perang.
One day when there will armagedon.
Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.
Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
In the east, in the west, in the south, and in the north.
Akeh wong becik saya sengsara.
Banyak orang baik makin sengsara.
Good people will suffer more.
Wong jahat saya seneng.
Sedang yang jahat makin bahagia.
Bad people will be happier.
Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul.
Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
When this happens, crow will be said heron.
Wong salah dianggep bener.
Orang salah dipandang benar.
The wrong person will be assumed to be honest.
Pengkhianat nikmat.
Pengkhianat nikmat.
Betrayers will live in the utmost of material comfort.
Durjana saya sempurna.
Durjana semakin sempurna.
The deceitful will decline even further.
Wong jahat munggah pangkat.
Orang jahat naik pangkat.
The evil persons will rise to the top.
Wong lugu kebelenggu.
Orang yang lugu dibelenggu.
The modest will be trapped.
(End)
Dikirim Oleh :
Benny Santoso
URL : -
Lelaki Sederhana yang menghabiskan separoh waktu hidup di Manna, Bengkulu selatan sebelum memperbanyak kisah hidup di Jogjakarta, Semarang dan Bekasi.
Sangat mencintai keluarga dan berharap juga dicintai keluarga.
Mudah-mudahan Blog Sederhana bisa memberikan manfaat.
Amiin
Biarpun Copy Paste, tapi saja kaget juga baca tentang surat Jayabaya ini. Ternyata semuanya mendekati (atau malah sudah) jadi kenyataan.
Kenapa ya hasil karya sebagus itu malah dilupakan?
salam kenal
iya itu Mas yang bikin penasaran dari dulu, tapi gak ketemu yang lengkap syairnya. Hebat juga kalo mengingat itu ditulis saat jaman belum seperti sekarang
salam kenal juga
jadi saat ini kita memasuki Jaman Jayabaya kah ??
jaman sudah sepuh mas..
jaman jayabaya itu apa yah?
oia koq saya yang ada di dalam al quran yah, tanda2 datangnya kiamat?
bisa dijelaskan lebih detil gag mas??
mas.. kirimin yang lebih lengkapnya ke email ku yah
yah yah yah
*ngarep*
arul : mungkin sebuah kebetulan aja. Di Quran pasti lebih valid.
Jiki : nggak bisa njelasin. aku juga baru aja baca
Wah bagus banget, cuman penjelasan detilnya yang ditunggu.
mulo soko kuwi, madep mantep marang Gusti iku wajib,
sakbegja-begjaning wong lali, luwih begja wong kang tansah eling lan waspodo..
gitu kan pakdhe ?
mohon maaf sekalian nanya, artikel Jayabaya ini kok masuknya ke kategori ‘nggak mutu’ to ?
sayur asem : betuuul
iya ya… harusnya tagnya “mutu” karena tulisannya tetap relevan walaupun ditulis ratusan tahun yang lalu
Syair Joyoboy
Walaupun mungkin kata kata bahasa jawanya kemungkinan ada belum tentu sama dengan aslinya, namun bagi saya yang pen-ting hakikat dan makna yang terkandung dalam syair ter-
sebut.
makna syair tersebut bila dibandingkan dengan kondisi saat ini
sangat relevan.
namun yang terpenting bagaimana menyikapi konsdisi ini agar
perbuatan manusia tidak menyimpang dari peraturan Allah SWT
Hmm..
Menarik untuk direnungkan..
Well… is it for real??? aseli gak tuch syairnya boz? klo bisa pake bukti otentik atw keterangan dmn tulisan aslinya berada. Thanx
Jayalah INDONESIA !!!
bagus bisa di lanjutkan.
kayaknya masih ada syair yang lain
kayak “sakbegja-begjaning wong lali, luwih begja wong kang tansah eling lan waspodo..” kalu ini sopo yang nulis yo …”suro diro jayaningrat, lebur dining pangastuti ” mbok dibahas juga.
mudah-mudahan ketemu yang dimaksud pak
disini ada yang lebih lengkap..
http://map-bms.wikipedia.org/wiki/Serat_Jayabaya
muanteb..ditunggu naskah: jawa yg laen…
thanks… naskah lainnya mana? kan masih banyak ya? ditunggu deh
arul : mungkin sebuah kebetulan aja. Di Quran pasti lebih valid.
Jiki : nggak bisa njelasin. aku juga baru aja baca
Orang macam ini ni yang menjadi penyebab hancurnya Jawa. Budaya sendiri dbilang gak valid bahkan gak mutu –gak ingat dia lahir di mana, jadi orang mana– smentara hal tsb sudah benar2 terbukti! Tidak terfikir betapa hebatnya moyangnya sendiri –anggap ja gitu, sebagai para pendahulu kita– malah menyepelekan. Memang betul ramalan Joyoboyo, ” Akan tiba saatnya, orang Jawa kehilangan Kejawaannya”.
Terima kasih dengan segala pesan Anda dengan adanya syair joyoboyo ini saya akan menjadi yang lebih baik dari pada sebelumnya…
semuanya akan pasti Terjadi dan Semuanya akan ada pembalasannya….
Trim’s…
itu tanda akhir jaman. Kita musti INGAT !!!! ELING lan WASPODO. NULODHO TUMINDAK UTOMO