Perencanaan Keuangan Keluarga
Pada tayangan OKB di Trans 7 tadi malam, menampilkan bintang tamu seorang perencana keuangan keluarga. Asli aku lupa namanya…
Nah beliaunya memberikan beberapa tips seputar keuangan keluarga dengan penghasilan tetap. tips-tips ini aku pikir sangat berguna untuk kita semua sehingga tidak terjadi besar pasak daripada tiang.
- Setelah gajian sisihkan 10 % penghasilan untuk tabungan atau investasi lainnya. nah, angka 10 % ini adalah angka minimal untuk saving. Lebih besar lebih baik.
- 30 % gaji gunakan untuk membayar pinjaman. Mungkin inilah sebabnya kita menggajukan pinjaman ke bank, cicilan yang di patok oleh Bank adalah maks. 30 % dari gaji. correct me if i’m wrong.
- 40 % gaji gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, biaya sekolah anak, tagihan telpon, air, listrik, PAM dan lain-lain.
- 20 % gaji gunakan untuk biaya senang-senang seperti wisata.
satu hal yang sangat ditekankan oleh narasumber tsb adalah jika punya utang kartu kredit segeralah lunasi. perencanaan keuangan ini gak ada artinya jika utang kartu kredit masih menumpuk.
Fren, mungkin adayang kurang dikit pada tips narasumber tsb, seharusnya keluarkan 2,5 % untuk zakat, pasti lebih afdol.
nah iseng-iseng cari pembanding, nemu disini dengan tema yang sama. beliaunya menyarankan sbb :
Manajemen gaji bulanan tetap :
1/10 atau 10 % gunakan untuk investasi lain selain rumah bersama dengan pendapatan lain diluar itu dengan hasil besar7/10 atau 70 % gunakan untuk kebutuhan makan, pakaian, uang ekstra untuk hal2 yang tak terduga, tagihan
2/10 atau 20 % untuk bantuan/infak
Mohon sharingya dari pengalaman teman-teman terhadap perencanaan keuangan pribadinya.
Lelaki Sederhana yang menghabiskan separoh waktu hidup di Manna, Bengkulu selatan sebelum memperbanyak kisah hidup di Jogjakarta, Semarang dan Bekasi.
Sangat mencintai keluarga dan berharap juga dicintai keluarga.
Mudah-mudahan Blog Sederhana bisa memberikan manfaat.
Amiin
sellu menyisihkan 10% buat nabung nga tapi dalam waktu tidka lama keluar lagi…jadi tabungannua gak penuh2
Aprina
Februari 18, 2009 at 2:09 pm
Kalau masalah persenan sih dulu saya juga sempat ngejalaninnya. Biar lebih gampang, saya dulu suka memilah-milah mereka dalam suatu amplop yang terpisah-pisah. Jadi, kita lebih mudah untuk disiplin sesuai target dan tidak tercampur satu sama lain. Itu cara manual yang super manual.
Kalau cara yang lebih modern, kita memilah-milah juga, tapi bukan dalam amplop yang terpisah namun dengan mempunyai rekening yang berbeda. Misalnya, kebutuhan sehari-hari tms belanja dan cicilan bank dijadikan satu rekening sedangkan kebutuhan emergensi, investasi, zakat dan wisata dijadikan satu. Sehingga kita bisa meminimalisir kebocoran yang biasanya terjadi saat belanja yang tidak penting.
Semoga bermanfaat ya.
hasna
Februari 18, 2009 at 10:01 pm
emang bener mas, dulu saya juga sedikit kesulitan masalah keuangan, karenautang kartu kredit numpuk, belakangan saya fokuskan dulu s/d 30% untuk melunasinya sesegera mungkin, begitu beres barudeh semua jalan normal sampai sekarang.
malahan sekarang bisa nabung lebih banyak.
*hari
Februari 20, 2009 at 12:29 pm
Maaf bos… mau numpang ngiklan…..
mampir yah…
indra1082
Februari 20, 2009 at 2:59 pm
waaaaa makasih om……. makasih banyakkkkk………
*save as*
almascatie
Februari 21, 2009 at 9:36 pm
Jujur sampai saat ini, saya belon bisa memenejemen keuangan saya.Amburadul tiada terkira. Ato karena yang dibagi2 terlalu sedikit ya :mrgrenn:
regsa
Februari 22, 2009 at 12:09 am
ada ga tips buat nabung bagi yg penghasilannya udah ngepas…
secarrra gw pernah dinasihatin sama finansial advisor gw..doi bilang
‘konten di kolom pengeluaran loe udah minim,
yg diperbesar harusnya kolom pendapatan’
bunda randy
Februari 24, 2009 at 1:00 pm
Dulu saat baru memulai kehidupan berkeluarga, aku banyak belajar dari Safir Senduk. Sampai-sampai semua isi websitenya kukeruk menggunakan teleport pro.
Nyata benar, keuangan keluarga pun memang harus dikelola secara profesional. Kalau tidak, bisa besar pasak daripada tihang, amen kate u’ang Kaur.
Herman
Februari 25, 2009 at 3:45 pm
kaya nya kalo gaji2 kaya pegawai negeri di bengkulu ga bisa nurutin saran itu kak, abiss gaji nya sekedar cukup untuk makan 1 bulan hehehe,, bukan apa2 bak aq pegawai negeri kecik, sekedar cukup biaya kami makan, hihihi
mudah2an yang akan datang bisa ngikutin saran itu, thanx ya kak… ^_^
eleow
Maret 3, 2009 at 10:22 pm
sorry kak, jemau manna kan??? hihiihi..
eleow
Maret 3, 2009 at 10:26 pm
Banyak banget duitnya, blognya juga makin hari makin ciamik aja nih kek nya….
(hebat loe Bro)
Kalau menurut saya lebih baik tidak punya uang plastik (kartu kredir) ini lebih banyak memacu kita untuk berhutang. Jauh lebih mudah mengatur Cash.
Itu ajah..
makacih
pakde
Maret 5, 2009 at 9:40 pm
manajemen keluarga memang sangat perlu, tapi… ado petuah baru yang matahkan kato org tuo2
dulu : “rajin-rajin lah menabung dan berhemat biar tekumpul…”
kini : “puaskan loe mau apa, tapi cari dulu duitnyo..!”
kalo menurut ambo, artinyo bukan pada kemampuan berhemat yg jd tujuan. tapi kemampuan kita mengembangkan diri kek kemampuan dan mengaplikasikannya, buat menuju ke posisi kebebasan finansial…
akur…?
kalo lah banyak duit nak apo ajo jadi cik…!
pa2jess
Mei 21, 2009 at 10:46 am
Kalau menurut saya sih selain persentase itu yang harus dijalankan, harus ada goodwill dari dalam diri kita. Selama kita bisa mendisiplinkan diri dan mengerem yang namanya keinginan yang tidak perlu dan lebih mengutamakan kebutuhan, Insya Allah bisa berjalan.
Dan satu lagi, usahakan disisihkan dahulu baru kemudian dikonsumsi. Sepertinya kalau dibalik, perencanaan keuangan keluarga tidak berjalan.
Salam kenal
Reza
Juni 17, 2009 at 11:57 am