Coretannya Fetro

Karya Besar Tidak Ditentukan Oleh Kekuatan Melainkan Ketekunan

Pendidik yang tak mendidik

with 5 comments

hanya mengecek kebenaran info yang aku terima dari orang tua saat berkunjung kemarin… hasilnya, pendidikan di kampungku memalukan. Padahal oknum-oknum kepala sekolah yang dimaksud dulunya adalah guru-guru yang sangat aku hormati. ..

http://bengkulu.polri.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=176:pelaksanaan-ujian-nasional-di-bengkulu-selatan-tercoreng-

http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2009/04/21/brk,20090421-171659,id.html

Bapak dan Ibu guru, persentase kelulusan yang tinggi bukan semata2 tujuan pendidikan, proses dari pendidikan itulah yang akan menghasilkan murid2 cerdas yang berani menantang kerasnya hidup..

Written by fetro

Mei 26, 2009 pada 1:29 pm

5 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. negri yang haibats !!! dazars..

    urusan yang nggak benar, kok kompak…

    sayur

    Mei 26, 2009 at 4:55 pm

  2. Tingginya angka kelulusan bukan berarti lalu pertanda sukses, tetapi nyaris identik dengan tingginya angka penggelembungan pemilu. Angka2 yang tinggi itu cermin betapa rusaknya praktek yang dilakukan penyelenggara negara di bidang pendidikan kita; bayangkan kalau ini dilakukan melalui upaya pembocoran soal, rayonisasi tingkat kesulitan soal dan sebaginya yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Padahal kita perlu mencetak generasi yang bersih yang baik, yang kelak mampu memperbaiki masa depan negara ini…
    Salam

    limpo50

    Mei 27, 2009 at 8:46 am

  3. setuju …
    entah kenapa kulitas guru skr makin.. tidak berkualitas.
    tanggungjawab untuk ‘memintarkan’ masyarakat terkalahkan oleh ‘memintari’ masyarakat
    mungkin krn..guru2 skr umumnya tidak berasal dari ‘kualitas manusia terbaik’ dibidangnya
    mungkin jg krn jd guru butuh ‘biaya gede’..buat nyogok sana-sini..
    akhirnya mikirnya cuma gimana balik modal (ala pedagang deh)..
    akhirnya pola ngajarnya asal-asalan..biar siswanya pada ikutan les privat kedia..
    hhhh..grrh!!!

    langitbirucerah

    Mei 27, 2009 at 10:49 am

  4. Miris ya Fet baca beritanya.
    Aku kapan hari itu browsing temen2 alumni SMA 1. tau-tau dapat link berita itu. bener2 sedih. Gak percaya rasanya itu terjadi sama SMA kita.

    Menurut aku pribadi sih memang sistem ‘penyama rataan’ standard kelulusan dan soal ujian untuk seluruh sekolah di Indonesia kurang tepat, mengingat kualitas pendidikan (fasilitas fisik dan tenaga pengajar) yang tidak sama merata. Sistem-nya memang perlu ditinjau ulang, tetapi tidak berarti guru2, pendidik, dan pihak2 terkait bisa jadi ‘bisnis’ jualan soal/ kunci jawaban dengan alasan ‘membantu’ siswa biar lulus semua.
    Kapan mau baik mutu bangsa kita ini kalo generasi mudanya ‘dididik dan difasilitasi’ untuk “beli gelar, beli ijazah”…

    Wassalam,
    Ade

    ade

    Juni 4, 2009 at 3:44 pm

  5. onga, mpai bacau berita ini. wuihh, sekul kitau dulu, nga. sedih bacau au.

    fety

    Juni 13, 2009 at 6:48 pm


Tinggalkan Balasan